eko winarto sma 1 jiwan

ILMU;teman dikala sendiri & kawan diwaktu sepi

PENILAIAN ASPEK PERILAKU DALAM UJIAN

Konsentrasi Sekolah hari-hari ini tertuju pada persiapan penyelenggaraan ujian bagi siswa yang duduk di kelas terakhir pada setiap jenjang. Indikatornya adalah Kepala Sekolah beserta pembantunya mulai menyusun Panduan Penyelenggaraan Ujian di satuan pendidikan yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya sesuai Prosedur Operasi Standar (POS) UN 2009-2010. Para Guru dengan Siswa sibuk dengan kegiatan pembahasan materi soal sesuai dengan Standar Isi dan Standar Kelulusan mata pelajaran yang diampunya laksana bimbingan belajar. Orang tua/Wali murid mestinya tak ketinggalan juga mengkondisikan putra-putrinya di rumah agar siap menghadapi ujian yang tinggal dua bulan lagi.

Sebagai kegiatan rutin sekolah di akhir tahun pelajaran, ujian bukanlah hal yang mengerikan/menakutkan manakala setiap pihak yang terkait (Jajaran Diknas-Pemerintah, KS/Guru, Ortu/Wali, Siswa dan Pemerhati Pendidikan) selama satu tahun menjalankan tupoksinya dengan baik dan benar. Jadi keberhasilan Ujian merupakan tanggung jawab bersama, artinya kegagalan pelaksanaannya bukan disebabkan oleh salah satu pihak. Ironisnya hingga saat ini masih ada polemik tentang pro-kontra ujian dari pihak-pihak terkait dengan argumentasi masing-masing, semoga   pelaksanaan ujian nanti tidak terganggu.

Apapun polemik yang ada (Mendiknas, BSNP, Pemerhati), karena PP 19 Tahun 2005 belum direvisi, sehingga Ujian tetap dilaksanakan berdasar permen 75 dan 84 tahun 2009 serta Putusan BSNP No. 0023/SK-Pos/BSNP/XII/2009. Oleh karena itu sekolah mempersiapkan diri sebagai penyelenggara ujian.

Kriteria Kelulusan dari satuan pendidikan (Sekolah) adalah;

1.  Menyelesaikan seluruh program pembelajaran (mapel dalam KTSP) yang penilaiannya dilakukan oleh sekolah bersama Pendidik, ketentuan itu sebagai syarat mengikuti ujian,
2.  Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran,
3.  Lulus  ujian sekolah yang meliputi ujian tulis dan praktek,
4.  Memiliki nilai rata-rata minimal 5,50 untuk seluruh mata pelajaran yang diujikan,dengan nilai minimal 4,00 untuk paling banyak dua mata pelajaran dan minimal 4,25untuk mata pelajaran lainnya

ad 2. nilai minimal baik untuk kelompok mapel dari dua aspek yakni (1) hasil ulangan dan/atau penugasan dan (2) hasil pengamatan terhadap perkembangan perilaku siswa Adapun pengamatan perkembangan perilaku meliputi ;

a. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia berdasarkan indikator:

(1) kerajinan melaksanakan ibadah sesuai dengan agama yang dianut;
(2) kerajinan mengikuti kegiatan keagamaan;
(3) jujur dalam perkataan dan perbuatan;
(4) mematuhi aturan sekolah;
(5) hormat terhadap pendidik;
(6) ketertiban ketika mengikuti pelajaran di kelas atau di tempat lain;
(7) kriteria lainnya yang dapat dikembangkan oleh masing-masing satuan pendidikan

b. Penilaian hasil belajar kelompok mapel Kewarganegaraan dan kepribadian menggunakan indikator:

(1) menunjukkan kemauan belajar;
(2) ulet tidak mudah menyerah;
(3) mematuhi aturan sosial;
(4) tidak mudah dipengaruhi hal yang negatif;
(5) berani bertanya dan menyampaikan pendapat;
(6) kerja sama dengan teman dalam hal yang positif;
(7) mengikuti kegiatan ekstra kurikuler satuan pendidikan;
(8) kriteria lainnya yang dikembangkan oleh satuan pendidikan.

c. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran estetika menggunakan indikator:

(1) apresiasi seni;
(2) kreasi seni;
(3) kriteria lainnya dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan.

d. Penilaian hasil belajar kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga,dan Kesehatan menggunakan indikator:

(1) aktifitas dalam kegiatan olah raga di satuan pendidikan;
(2) kebiasaan hidup sehat dan bersih;
(3) tidak merokok;
(4) tidak menggunakan narkoba;
(5) disiplin waktu;
(6) keterampilan melakukan gerak olahraga;
(7) kriteria lainnya dapat dikembangkan oleh satuan pendidikan.

Masalahnya adalah ; Pentingkah penilaian aspek sikap dan perilaku peserta ujian ? Sejauh mana sekolah mampu melakukan pengamatan perilaku setiap siswa peserta ujian ? Bukankah selama ini aspek sikap/perilaku belum memperoleh apresiasi oleh pemerhati ujian dibanding penilaian kognitif (khususnya hasil nilai ujian nasional) ? Padahal tidak sedikit biaya untuk penyelenggaraan ujian tahun 2009 , tahun 2010

Bisa jadi kondisi moral dan perilaku alumni sekolah dewasa ini merupakan dampak sistemik penyelenggaraan ujian yang kurang memperhatikan aspek sikap dan perkembangan perilaku siswa. Semoga kita segera kembali kejalan yang benar…., amin

Kisi-kisi Ujian Mapel PKn tahun 2009/2010

20 Januari, 2010 - Posted by | ujian | , , , , , ,

5 Komentar »

  1. pak bisa tukeran link ga??
    di http://bowol.blogspot.com/2010/01/tukeran-link-yuks.html
    ======
    @bowo, silahkan mas

    Komentar oleh bowo | 8 Februari, 2010

  2. memang susah dalam menetukan stndart ini..
    ======
    @Just, ada dalam penilaian afektif…

    Komentar oleh Just be better | 24 Februari, 2010

  3. PAK CARANYA BELAJAR PPKN DNGN MUDAH ITU GMN?MASAK HARUS MENGHAFAL SEMUA ARTI2 YG PANJANG
    ======
    @prapti, enggak.. lah, dipahami konsepnya…dan penerapannya dalam kehidupan

    Komentar oleh prapti imanuel | 14 Maret, 2010

  4. Hai Pak. . . .Salam kenal. . .
    ======
    @teddy, semoga berhasil jadi programer nak….

    Komentar oleh Teddy XI A3 | 16 Oktober, 2010

  5. Seharusnya perilaku siswa juga mendapat prioritas.
    ======
    @puspita, ada usul tentang formulasi penilaiannya……?

    Komentar oleh Puspita | 4 Februari, 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: