eko winarto sma 1 jiwan

ILMU;teman dikala sendiri & kawan diwaktu sepi

Menumbuhkan Budaya Demokrasi di Sekolah

whydem4Sejalan dengan misi blog ini; Menumbuhkan budaya demokrasi melalui Pendidikan Kewarganegaraan, kami berharap pengunjung blog ini dengan tulus dan ihlas memberikan pandangannya seputar Pendidikan Kewarganegaraan SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK, baik pengalaman waktu di bangku sekolah, kondisi sekarang, maupun harapan terhadap pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan terkait etika demokrasi.

Kiranya Pengunjung sependapat bahwa ; Setiap anggota masyarakat sangat mendambakan generasi mudanya dipersiapkan untuk menjadi warganegara yang baik dan dapat berpartisipasi dalam kehidupan masyarakat dan negaranya. Keinginan tersebut lebih tepat disebut sebagai perhatian yang terus tumbuh, terutama dalam masyarakat demokratis.

Banyak sekali bukti yang menunjukkan bahwa tak satu pun negara, termasuk Indonesia, telah mencapai tingkat demokrasi4pemahaman dan penerimaan terhadap hak-hak dan tanggung jawab di antara keseluruhan warganegara untuk menyokong kehidupan demokrasi konstitusional.

Seluruh rakyat hendaknya menyadari bahwa Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk mempertahankan kelangsungan demokrasi konstitusional. Sebagaimana yang selama ini dipahami bahwa ethos demokrasi sesungguhnya tidaklah diwariskan, tetapi dipelajari dan dialami.

Setiap generasi adalah masyarakat baru yang harus memperoleh pengetahuan, mempelajari keahlian, dan mengembangkan karakter atau watak publik maupun privat yang sejalan dengan demokrasi konstitusional. Sikap mental ini harus dipelihara dan dipupuk melalui perkataan dan pengajaran serta kekuatan keteladanan. Demokrasi bukanlah “mesin yang akan berfungsi dengan sendirinya”, tetapi harus selalu secara sadar direproduksi dari suatu generasi ke generasi berikutnya (Toqueville dalam Branson, 1998:2), dikutip dari © 2007. Sekolah Pascasarjana UPI.

belajar-dkrsi1Oleh karena itu, Pendidikan Kewarganegaraan seharusnya menjadi perhatian utama. Tidak ada tugas yang lebih penting dari pengembangan warganegara yang bertanggung jawab, efektif dan terdidik. Demokrasi dipelihara oleh warganegara yang mempunyai pengetahuan, kemampuan dan karakter yang dibutuhkan.

Tanpa adanya komitmen yang benar dari warganegara terhadap nilai dan prinsip fundamental demokrasi, maka masyarakat yang terbuka dan bebas, tak mungkin terwujud. Oleh karena itu, tugas bagi para pendidik, pembuat kebijakan, dan anggota civil society lainnya, adalah mengkampanyekan pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan kepada seluruh lapisan masyarakat dan semua instansi dan jajaran pemerintahan.

Semoga catatan pengunjung dalam komentar menjadi sumber inspirasi dan motivasi kami untuk berkarya…….

3 Maret, 2009 - Posted by | PKn | , , , ,

8 Komentar »

  1. sebuah harapan besar bagi bangsa indonesia dalam menyosong masa depan yang lebih baik. pemilu 2009 di harapkan sebagai sebuah awal dari perombakan lebih baik dalam pemerintahan yang akan datang. sebuah demokrasi yang lebih baik sedang di harapkan oleh semua rakyat di negeri ini. Jangan sampai ada konsep bentuk pemerintahan yang monarki, oligarki, aristrokasi, demokrasi saling bergulat di negeri ini.( teori Polibius) kita cukup memiliki bentuk negara yang demokrasi saja. Dalam hal ini Pkn sangat penting dalam mengemban pendidikan moral di Indonesia. Walaupun di sekolah sudah ada Bimbingan Konseling tetapi ternyata Pkn masih di beri wewenang dalam mengajarkan moral kewarganegaraan agar nantinya siswa-siswi dapat mengerti hak dan kewajiban sebagai warga negara yang demokratis dan tidak apatis dalam setiap tingkah lakunya. Mari kita buat Pkn sebagai pendidikan demokrasi yang diharapkan bisa berimbas kepada Pemilu yang akan datang!! mari kita sukseskan Pemilu 2009. TOMORROW WILL BE BETTER!!!
    Perlu diketahui kita disini mahasiswa khususnya UNS SOLO melakukan suatu program yang di namakan”gerakan mengawal pemilu” yang diharapkan bisa membantu KPUD dan PANWASLU dalam bertugas di pesta demokrasi 2009!! semoga dengan program ini bisa menambah antusias masyarakat untuk mensukseskan Pemilu!!! Sukses Buat Semuanya!!!
    ======
    @mifta, mengawal dulu kemudian baru dikawal…..he…he…he…

    Komentar oleh Mifta Churohman | 3 Maret, 2009

  2. Budaya demokratis di sekolah bisa dimulai dengan menciptakan kelas yang demokratis.

    Bravo Pak Eko, saya selalu merenung dan mendapat pencerahan saat berkunjung ke blog ini.
    ======
    @sangat setuju mas agus…, artinya kelas yang demokratis hanya bisa diwujudkan oleh guru yang demokrat…eit…, maksudku guru yang memiliki pola pikir ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, semoga kita bisa mengaplikasikan…..

    Komentar oleh agusampurno | 7 Maret, 2009

  3. Saya pikir, ketika saya membaca judulnya, artikel ini akan membicarakan tentang bagaimana kepemimpinan kepala sekolah yang sukses membangun demokrasi di sekolah. Ternyata tidak.

    Harapan saya untuk itu tumbang. Hancur dah.
    ======
    @pak nugroho, jadi pemimpin kelas saja bagiku sudah cukup, sambil ngajak rekan-rekan guru yang lain, maaf sudah kesasar… haa (3x)

    Komentar oleh enkanugroho | 8 Maret, 2009

  4. terimakasih atas infonya saya sebagai guru sependapat dengan ide yang disampaikan tetapi saya sudah berusaha keras khususnya kepada anakdidika saya tetapai mereka masih tetap cuek saja bagaimana ya merubah mereka khususnya dalam mengikuti pelajaran PKN?.
    ======
    @setyawati, cobalah ajak siswa belajar SD/KD dengan materi kontekstual…insyaalloh siswa akan tertarik karena topik bahasannya adalah persoalan yang ada di sekitarnya… lebih-lebih dekembangkan dg PAKEM, semoga tak putus asa.

    Komentar oleh setyawati | 6 November, 2009

  5. makasih mas
    ======
    @beni, sama-sama , semoga bermanfaat, salam dari geger

    Komentar oleh BENI WANAHURI | 20 Desember, 2009

  6. menurut saya tentang demokrasi tidaklah penting untuk dipelajari bahkan untuk dijadikan sebagai konsep dari bagian kehidupan karena hanya sebuah konsep yang berbentuk filsafat yang hanya berisi khayalan dan bualan. bahkan ide demokrasi malah membuat rakyat sengsara dari segi pendidikan, ekonomi dll. g perlu disebutkan deh faktor2 lainnya. itu udh cukup.
    yang dikatakan masyarakat yang baik adalah satu pemahaman, satu pemikiran, satu perasaan, bukan karena maslahat.sehingga masyarakat merasa nyaman ketika sebuah ide konsep negara diterapkan. yaitu konsep Islam menjadi asas utama negara.
    ======
    @yono, terima kasih pandangannya, yang jelas masyarakat harus belajar berinteraksi antar manusia, alam semesta, dan sang kholiq ketika menghendaki kehidupan yang lebih baik

    Komentar oleh yono | 1 November, 2010

  7. yang terpenting bagaimana anakdidik memahami apa itu esensi pancasila terlebih lagi poin ke empat dari pancasila bukti terapan demokrasi di indonesia., jika telah timbul rasa jujur dan adil pasti pemikiran mereka akan demokratis sehingga menimbulkan budaya yang demokratis.

    tetap semangat !!! sungguh besar cita-citanya bagi Indonesia.
    ======
    @yaumil, setuju…, akan lebih mantap jika ada contoh perilaku dari (eksekutif,legislatif, dan yudikatif) saat ini agar anak punya harapan hidup cerah di masa datang.

    Komentar oleh yaumil | 8 Juni, 2011

  8. Membaca komentar-komentar menjadi asyik. aku jadi belajar demokrasi nih, ikut berpendapat.
    Menurut aku demokrasi itu memang konsep filsafati, yang dalam praktik (khususnya) di Indonesia belum menampakkan sosok idealnya. Demokrasi di Indonesia masih berujud ‘Butho Raksasa’ yang suka memangsa sesama lebih lebih rakyat kecil yang lemah-lemah. Sehingga sampai sekarang belum tampak sosok aslinya yang cantik dan menyenangkan. Konon Demokrasi adalah wajah yang tampan, wajah yang cantik, ramah, melindungi yang lemah, menghargai martabat manusia. Kapankah wajah-wajah demokrasi seperti itu datang di Indonesia? Akankah bayi-bayi yang lahir sekarang ini akan tumbuh menjadi sang demokrat yang asli?
    Jawabannya tanya pada Pak Guru Tarno. E e e .., Pak Guru Winarto, maksud saya.
    Sudah baca buku Cikeas Semakin Menggurita belum Pak? Kalo sudah, pinjam dong, atau muat di sini saja.
    Salam hormat!
    ======
    @mukhlis, guru dan sistem pendidikan adalah salah satu komponen yang harus konsisten menjaga hadirnya sang demokrat, sisanya lingkungan keluarga dan masyarakat tentunya ikut berperan artinya kita tetap optimis pada saatnya akan hadir seorang demokrat sejati selama kita mau menjaga pilar-pilar demokrasi sebab dalam cerita pewayangan butho dan rahwono akan sirno dengan satriyo….. semoga
    Suwun komentarnya…,salam dari geger, madiun

    Komentar oleh Mukhlis | 10 Juli, 2011


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: