eko winarto sma 1 jiwan

ILMU;teman dikala sendiri & kawan diwaktu sepi

Renungan Tahun Baru

Alhamdulillahir robbil ‘aalamiin, hari ini udara segar 1 januari 2009 telah sama-sama kita hirup, cahaya matahari satu januari telah muncul, rasanya tidak ada bedanya dengan tiga hari yang lalu ketika kita masuki 1 Muharram 1430 H, Mengapa sama dengan hari-hari yang telah kita lalui?

Barang kali juga akan sama dengan tanggal 26 Januari yang akan datang, bertepatan dengan tahun baru imlek 2560, bahkan pada hari-hari berikutnya bisa jadi tidak ada perubahan dalam hidup, demikiankah kehidupan ini kita jalani ? Tentunya ada dua kemungkinan jawaban ya/tidak.

Mengapa sama ?

Yaa… mesti sama saja, karena perputaran bumi dalam mengelilingi matahari diperlukan waktu yang sama, artinya kondisi/gejala alam tidak akan mampu mengubah perilaku seseorang, tidak akan mampu menjadikan motivasi apapun dalam kehidupan, kecuali kita telusuri nilai dan pesan yang terkandung di dalamnya. Nah…. pertanyaan yang muncul kemudian adalah ; apa yang harus kita lakukan agar bisa memaknai adanya perubahan ?

Jawabnya: mengupayakan diri sendiri untuk mengubah perilaku setiap pergantian waktu ( bulan dan tahun ). Lhooo… mengapa harus nunggu satu tahun / satu bulan ? hari ini saja kita lakukan hal yang sama dengan kemarin (dalam kebaikan), maka kita termasuk orang yang rugi. Jadi motivasi diri untuk berubah setiap saat akan memaknai kehidupan ini.

“Biarkan orang tua (bapak/ibu) kita masih seperti yang dulu, biarkan guru-guru kita belum ada perubahan, biarkan pamong/pejabat dan aparat tetap seperti yang dulu-dulu, kita generasi baru abad 21 harus termotivasi untuk berubah musti keteladanan dari generasi abad 20.langka kita temui “

Bagaimana caranya ? Agar hidup hari ini ada perbedaan dengan kemarin, diperlukan evaluasi diri (mawas diri), tidak mudah mengeluh dan komunitas yang menghargai nilai keunggulan, Agar hidup hari esuk lebih baik dari hari ini, harus ada renana nyata dan bisa dilaksanakan (bukan mimpi)

Mengapa tidak sama ?

Yaa… mesti tidak sama, karena hari ini libur, tidak ada aktivitas rutin, mungkin besuk juga libur, sabtu prei, minggu tahu sendiri. Nah setelah semalam menyalakan berpuluh petasan/kembang api, konvoi sepeda motor, melakukan aktivitas hura-hura, pagi ini 1 januari 2009 kita mau apa ?

Selama tidak ada jawaban dipastikan tidak ditemui perubahan apapun dalam diri kita, meskipun setiap hari terbitnya matahari hanya kita maknai pagi, siang, sore, malam, dan seterusnya pagi lagi. Misalnya harus dijawab, maka jika kita golongan orang procedural akan menjawab aturan mainnya bagaimana, poinnya berapa, sanksinya apa dst. Kalau kita seorang visioner akan menjawab apa tantangan masa depan, bagaimana peluangnya.

Pertanyaan yang muncul kemudian adalah sanggupkah kita menjawab ? Mengapa tidak.. berani merayakan harus berani menaklukkan, jika hari ini kita sanggup menghirup udara segar 2009 mengapa tidak membayarnya dengan berbuat lebih baik.

Mengapa harus sanggup ? karena kita masih hidup dan punya cita-cita.
Semoga kita mampu dan senantiasa diberi taufik dan hidayah-Nya, Amiin


1 Januari, 2009 - Posted by | motivasi | , , , , , ,

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: