eko winarto sma 1 jiwan

ILMU;teman dikala sendiri & kawan diwaktu sepi

SMA 1 GEGER SEBAGAI MEDIA BIAKAN ABAD 21

Sebuah renungan

Semangat reformasi barangkali akan lebih baik dibawa ke “hulu” dengan mengupayakan evolusi struktur dan bangunan masyarakat yang terlalu lama terkungkung oleh kemiskinan, kebodohan, defisiensi nilai, apatisme dan segenap bentuk ketertinggalan lainnya.

Harapan yang tersedia adalah lahirnya “media biakan” baru yang subur dan lebih menjanjikan bagi tumbuh dan berkembangnya tunas-tunas baru.

Untuk pekerjaan besar dan jangka panjang ini agaknya masih cukup banyak yang ikhlas, merasa terpanggil dan tidak perlu dipanggil.

Adalah Prof. Dr. I Nyoman Sudana Degeng, MPd, seorang Guru besar Universitas Negeri Malang, satu diantara yang pernah kukenali telah terpanggil menggarap “persemaian Griya Adinda “ sejak 1993 hingga sekarang, meskipun belum pernah kukunjungi. Barangkali Pak Degeng sejak doktor di usia 30 tahun telah merenungkan ; Bagaimana anak bangsa ini yang hidup pada abad 21 memiliki kecerdasan ?, Bagaimana mewujudkan sekolah unggul?

Itu pula yang dilakukan Pak Mangun ( Romo Yusuf Biliarta Mangunwijaya Pr ) ketika menggagas/mendirikan pendidikan kemanusiaan untuk anak “Dinamika Edukasi Dasar” sebagai sekolah unggul di kediamannya.

Saya optimis pola pikir konstruktivisme kedua beliau akan dimiliki generasi abad 21, manakala teman-teman yang berprofesi pendidik telah mengikuti jejaknya sebagai guru unggul, meskipun banyak kalangan behavioristik yang menertawakan langkah itu, dan kaum oportunis yang ragu untuk bersikap/mengambil keputusan.

Bagi saya generasi sekarang yang tua-tua tidak bisa berfikir di luar abad 20 kalau tidak boleh dikatakan bodoh, mikir yang tahun ’90-an saja nggak bisa, sulit. Apalagi untuk mikir abad 21 ya nggak mudeng.

Bisakah SMA 1 Geger sebagai sekolah unggul menjadi media biakan abad 21? Jawabanya ada di hati, pikiran dan keikhlasan serta ketulusan berbuat untuk siswa dari stake holder sekolah tercinta ini, semoga…….!

28 Desember, 2008 - Posted by | motivasi | , , , ,

3 Komentar »

  1. sebenarnya potensi semangat dan daya juang siswa sudah ada. sekarang tingal bagaimana komitmen bersama terutama para guru untuk mengaktualisasikan potensi yang ada,kata kuncinya adalah semangat kita untuk mengabdi pada anak bangsa
    ======
    @monggo paklik nardi, sareng-sareng kita hayati semoga petunjuk dan hidayah alloh swt diberikan kepada kel besr sma geger, amin..

    Komentar oleh s.nardi | 14 Januari, 2009

  2. saya sependapat dengan bapak, kasus yang sama mungkin ditempat saya, bagaimana langkah kita mengajak kawan2 kita agar mau berbuat seperti tuntutan pola pikir abad 21?
    saya tunggu pak pikiran2 cerdas dari panjenengan
    ======
    @makasih kunjungannya pak Darsono, menurutku 10% dari rekan kita satu sekolah sudah cukup untuk menjadi penggerak perubahan pola pikir itu, silahkan mampir lagi di blog ini

    Komentar oleh sudarsono | 24 Januari, 2009

  3. saya juga sependapat dengan bapak,dan saya sangat setuju sekali dengan apa yang bapak usulkan agar kita terus berpikir ke depan dan bisa bersaing dengan negara-negara lain.
    ======
    @aneng, mari kita teguhkan ihtiar kita… semoga tetap semangat dan sukses…

    Komentar oleh anengrum | 2 Oktober, 2009


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: